1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>
Image 1
SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI DINAS PERTANIAN KABUPATEN PONOROGO

Peluang Usaha di Bidang Peternakan Sapi Perah

PDF Print E-mail

 

Kebutuhan akan bahan pangan, khususnya yang berasal dari susu, daging, dan telur dari tahun ke tahun selalu meningkat, sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk, tingkat pendidikan, dan kesadaran masyarakat akan peranan zat-zat makanan, khususnya protein bagi kehidupan. Selain itu, industri pengolahan produk asal ternak juga berkembang seiring dengan berkembangnya daerah perkotaan.

Produk peternakan khususnya susu, masih mempunyai prospek yang cukup baik. Dengan demikian, usaha peternakan sapi perah memungkinkan terus berkembang yang ditunjukkan dengan pertumbuhan populasi ternak yang ada di desa jurug kecamatan Sooko.

Dalam pemeliharaan sapi perah kesiapan kandang menjadi prioritas utama  dengan desain kandang sapi tidak boleh tertutup rapat (agak terbuka) agar sirkulasi udara didalamnya berjalan lancar di lengkapi tempat pakan dan minum yang masih di bawah atap. Air minum yang bersih harus tersedia setiap saat. Tempat pakan dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak atau tercampur dengan kotoran. Sementara tempat air minum sebaiknya dibuat permanen berupa bak semen serta dilengkapi peralatan untuk memandikan sapi.

Pakan yang diberikan berupa hijauan dan konsentrat. Hijauan yang diberikan adalah rumput gajah dan rerumputan lainnya. Pakan berupa rumput bagi sapi dewasa umumnya diberikan sebanyak 10% dari bobot badan (BB) dan pakan tambahan sebanyak 1-2% dari BB.

Pemeliharaan utama adalah pemberian pakan yang cukup dan berkualitas, serta menjaga kebersihan kandang dan kesehatan ternak yang dipelihara.

Desa Jurug yang mempunyai potensi hijauan makanan ternak yang sangat luas baik di tanah sawah, tegalan, pekarangan maupun di wilayah hutan. Berdasarkan luas penggunaan lahan di desa jurug masih berpeluang besar untuk pengembangan hijauan makan ternak demi mendukung penyedian pakan sapi perah khususnya pakan hijauan.

Selain potensi sumberdaya manusia dan sumberdaya alam yang dimiliki di desa Jurug, usaha ternak sapi perah juga didukung sarana prasarana penampungan susu sebagai pusat distribusi susu

 

Luas tanah desa Jurug menurut penggunaan sebagai berikut:

No

Jenis Lahan

Luas Lahan (Hektar)

1.

Sawah Teknis

220,215

2.

Sawah Setengah Teknis

20,290

3.

Sawah Tadah Hujan

153,700

4.

Perkebunan Rakyat

83,054

5.

Pekarangan

202,290

6.

Hutan

510

7.

Lain-lain (jalan,kuburan,sungai)

13,804

Sumber: Profil desa jurug 2010

.

Analisis Usaha Sapi Perah

Sebelum melaksanakan suatu usaha maka terlebih dulu melakukan analisa usaha, berikut ini gambaran usaha Sapi Perah   (analisis usaha sapi) per ekor. Beberapa asumsi yang digunakan, yaitu sebagai berikut :

1.       Lahan yang digunakan merupakan tanah pekarangan yang tidak digunakan untuk keperluan sehari-hari sehingga tidak membutuhkan biaya sewa.

2.       Harga sapi dara bunting dibuat rata-rata Rp 12.000.000,- per ekornya.

3.       Sapi dipelihara selama enam bulam sudah beranak, dengan tafsiran harga jual pedet umur 2 bulan rata-rata yaitu Rp 2.500.000,- per ekornya.

4.       Biaya pembuatan kandang tidak ada, karena masing-masing petani telah memiliki kandang ternak walaupun masih sederhana.

5.       Biaya beli Karpet Rp 500.000,-.

6.       Pakan yang diperlukan untuk 1 ekor sapi selama 6 bulan pemeliharaan yaitu

a.       Pakan hijauan 3000 kg/ ekor dengan harga Rp 100,-

b.       Konsentrat selama 6 bulan Rp 900.000,-

c.        Bekatul 120 kg/ ekor dengan harga Rp 600,-

7.       Biaya obat-obatan seharga Rp 30.000,-/ ekor/ 6 bulan.

8.       Satu orang dapat mengerjakan 3 ekor sapi dengan biaya Rp 750.000,- jadi biaya tenagakerja per ekor sapi/bln adalah Rp 250.000,-.

9.       Dibutuhkan peralatan (sapu, sikat, selang air, cangkul, sekop, cikrak/ trisula, arit, tambang pengikat, dan alat fermentasi.) seharga Rp 758.000,- dengan masa pakai selama dua tahun (4 periode), sehingga biaya per periode adalah Rp 189.500,-.

Tabel  Analisis Usaha Sapi Perah Per Ekor Per Periode (Enam Bulan)

Keterangan

Jumlah (Rp)

Ø Biaya Variabel

1.     Biaya pembelian satu ekor sapi dara bunting

2.     Pakan hijauan 3000 kg x Rp 100,-

3.     Konsentrat

4.     Bekatul 90 kg/ ekor dengan harga Rp 1000,-

5.     Biaya obat-obatan : Rp 30.000,-/ ekor/ 6 bulan.

 

12.000.000

300.000

900.000

90.000

30.000

Total Biaya Variabel

Rp 13.320.000,-

Ø Biaya Tetap

1.      Biaya Tenaga kerja per ekor sapi/ 6 bulan

2.      Biaya Perbaikan kandang.

3.      Biaya Penyusutan Peralatan.

 

1.500.000

350.000

200.000

Total Biaya Tetap

Rp 2.050.000,-

Total Biaya Produksi = Tot. Biaya Variabel + Tot. Biaya Tetap

= 13.320.000 + 2.050.000

Rp 15.370.000,-

Ø Pendapatan

Penjualan sapi induk , dengan tafsiran harga Rp 11.000.000,- dan Pedet umur 2 bln Rp 2.500.000

Produksi susu 450 Liter/ bulan x 4 bulan @ 3.150

Rp 13.500.000,-

Rp 5.670.000

Ø Keuntungan

Keuntungan = Penjualan Sapi dan susu – Total Biaya  Produksi

= 19.170.000 – 15.370.000

Rp 3.800.000,-

Ø Keuntungan Riill selama enam bulan pemeliharaan awal

Kuntungan Real = Keuntungan + Biaya Tenaker + Biaya  Pakan Hijauan

= 3.800.000 + 1.500.000 + 300.000

= Rp 5.600.000,-

Catatan: tenaga kerja dikerjakan sendiri, pakan hijauan milik peternak.

Berdasarkan analisis usaha di atas didapat kesimpulan bahwa usaha Sapi perah menguntungkan bagi peternak. Hal ini ditunjukkan dengan perhitungan diatas.

Ternak sapi perah milik bapak Nyoto rt 02 rw 01 dukuh Serayu dengan jumlah ternak 4 ekor sapi dewasa, saat ini (nop 2011) masih 1 ekor yang mulai berproduksi susu dengan produksi susu per ekor  mencapai 30 liter/hari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Potret kandang milik bapak Dasuki G.H. rt 02 rw 02 dukuh Kranggan dengan kepemilikan sapi 8 ekor kandang permanen dilengkapi karpet sebagai tempat alas sapi serta sarana air untuk minum dan peralatan memandikan sapi pagi dan sore

 

 

 

 

 

 

 

 

Sapi yang sudah mulai produksi /  menyusui (laktasi) memerlukan makanan tambahan sebesar 25% hijauan dan konsentrat dalam ransumnya. Sapi diperah dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hijauan makanan ternak yang ditanam di pinggir jalan sekaligus sebagai penguat teras.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rutinitas peternak dalam usaha ternak sapi perah adalah memerah susu dan mengantar susu ke pengumpulan susu / cooling unit milik UD Putra Juanda yang berlokasi di desa Jurug. Kegiatan ini dilakukan setiap pagi dan sore hari