1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>
Image 1
SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI DINAS PERTANIAN KABUPATEN PONOROGO

DUKUNGAN PENYULUHAN DALAM P2BN

PDF Print E-mail

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyuluhan pertanian sebagai bagian dari sistem pembangunan pertanian mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan sumberdaya manusia pertanian, khususnya kegiatan program “Peningkatan produksi beras nasional” dalam rangka menuju surplus beras 10 juta ton di tahun 2012.

Berangkat dari semangat mensukseskan kegiatan peningkatan produksi beras nasional, sektor penyuluhan pertanian diharapkan dapat memberikan dukungan lebih besar dalam peran dan fungsinya. Karena faktor kedekatan penyuluh dengan pelaku usaha dan pelaku usaha di tingkat kelompok dan desa harapan itu disandangnya. Untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional,pada tahun 2011 Kementerian Pertanian telah menetapkan target produksi padi sebesar 70,60 juta ton GKG. Sampai dengan tahun 2014 pertumbuhan produksi padi ditargetkan meningkat sebesar 5,22% per tahun.

Sebagai suatu acuan dalam partisipasi tersebut maka digunakannya Permentan No.45/Pementan/OT. 140/8/2011 tentang tata hubungan kerja antar kelembagaan teknis, penelitian, dan pengembangan dan penyuluhan pertanian dalam mendukung peningkatan produksi beras nasional.

Penyuluhan pertanian adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pa-sar, teknologi, permodalan, dan sumber daya lain nya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, effisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya.Sebagai kegiatan pendidikan, penyuluhan pertanian adalah upaya untuk membantu menciptakan iklim pembelajaranyang kondusif bagi pelaku utama dan keluarganya, serta pelaku usaha.

Penyuluhan pertanian mempunyaikedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan pertanian, khususnya dalam pengembangan kualitas pelaku utama dan pelaku usaha. Karena pemba-ngunan pertanian diharapkan mampu membangun usaha dari hulu sampai dengan hilir yang berdaya saing tinggi dan berperan serta dalam melestarikan lingkungan usahanya sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Dengan demikian melalui kegiatan penyuluhan dikembangkanlah kemampuan dan kemandirian petani dan keluarganya, agar mampu mengelola usaha taninya secara produktif, efektif dan efisien, sehingga mempunyai daya saing tinggi yang dicirikan dengan tingginya produktivitas, mutu dan efisiensi usaha.

Mengingat pentingnya peranan danefektivitas penyuluhan pertanian, implementasi program pemerintah dan rencana kerja kelompok tani. Pendampingan kegiatan P2BN sangat membutuhkan pendapingan dan pengawalan dari semua unsur yang terkait,sehingga Permentan No 45/OT.40/XII/2011 tentang tata hubungan kerja antarkelembagaan teknis menjadi sangat penting untuk menjaga sistem berjalan lancar dan tujuan tercapai. Pendampi-ngan tersebut diharapkan bisa memfasilitasi dan memotivasi petani dan pelaku usahatani agar tetap mempunyai kesematan yang besar dalam rangka mensukseskan pencapaian target surplus beras yang telah ditetapkan.

Sehingga semua kegiatan penyuluhan pertanian dapat terintegrasi dan terkoordinasi pada satu titik yang fokus pada peningkatan pendapatan, kesejahteraan petani dan keluarganya. Banyak sekali kegiatan yang masih berjalan secara parsial dan terpisah pisah tanpa adanya singkronisasi sehingga menyebabkan sulitnya aplikasi di lapangan, bahkan terkadang cenderung saling bergesekan antar kepentingan.Hal ini yang perlu dijaga dan hendaknya menjadi bahan yang patut dipahami bahwasanya tercapainya keberhasilan tentu dibutuhkan kerjasama yang solid antar elemen pelaksana kegiatan tersebut.